Selamat Bergabung dengan MGMP PAI SMK Kabupaten Purbalingga

Selamat bergabung dengan MGMP PAI SMK Kabupaten Purbalingga

Minggu, 26 April 2015

URGENSI FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM


A.      Latar Belakang Masalah
Pendidikan Islam merupakan keharusan mutlak untuk dilaksanakan secara konsisten dengan penuh rasa tanggung jawab, guna mencapai kesejahteraan hidup sebagai wujud peribadatan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Allah SWT memberi pendengaran, penglihatan dan hati kepada manusia, agar dipergunakan untuk merenung, memikirkan, dan memperhatikan apa-apa yang ada disekitarnya. Kesemuanya ini, merupakan motivasi bagi segenap umat manusia untuk mencari ilmu pengetahuan melalui jalur pendidikan, dan sekaligus merupakan kewajiban bagi setiap muslim, sejak kecilnya sampai berusia lanjut.
Pendidikan Islam di samping sebagai kewajiban, mutlak dibutuhkan oleh setiap anak muslim untuk kepentingan eksistensinya. Terutama di saat memasuki era globalisasi yang penuh tantangan. pendidikan Islam yang menekankan aspek kecerdasan spiritual memiliki format pemeliharaan, pemanfaatan, dan pengembangan fitrah kemanusian dalam mengantisipasi krisis spiritual di era globalisasi.[1]

Pendidikan Islam memerlukan landasan-landasan yang berasal dari filsafat atau setidak-tidaknya mempunyai hubungan dengan filsafat. Dikatakan landasan, karena filsafat melahirkan pemikiran-pemikiran yang teoritis tentang pendidikan, dan dikatakan mempunyai hubungan karena berbagai pemikiran mengenai pendidikan memerlukan bantuan penyelesaiannya dari filsafat. Jadi filsafat pendidikan adalah ilmu pendidikan yang bersendikan filsafat atau filsafat yang diterapkan dalam usaha pemikiran dan pemecahan mengenai pendidikan. Peranan filsafat yang mendasari berbagai aspek pendidikan ini sudah barang tentu merupakan kontribusi utama bagi pemikiran pendidikan.[2]
Dikalangan para ahli filsafat pendidikan pada umumnya, menyatakan bahwa filsafat pendidikan dipandang sebagai pembahasan yang sistimatis tentang masalah-masalah pendidikan pada tingkatan filosofis yaitu menyelidiki suatu persoalan pendidikan hingga direduksi ke dalam pokok persoalan metafisika, epistemologi, etika, logika, estetika maupun dari kombinasi dari semuanya itu.
Karena itu, hubungan antara filsafat dan pendidikan merupakan keharusan, terutama dalam menjawab persoalan-persoalan pokok dan mendasar yang dihadapi oleh pendidikan. Sudah seharusnya persoalan-persoalan yang mendasar tentang pendidikan dibahas dan dipecahkan menurut teori filsafat. Sebagai implikasinya diperlukan bangunan filsafat pendidikan yang kokoh dalam pelaksanaan sistem pendidikan. Jika tidak demikian, dikhawatirkan akan terjadi :
1.  Pendidikan akan terapung-apung (tanpa tujuan).
2.  Tujuan-tujuan pendidikan akan samar-samar (meragukan), bertentangan, dan tidak menunjang kesetiaan.
3.  Ukuran-ukuran dasar pendidikan menjadi sangat longgar.
4.  Ketidakmenentuan peranan pendidikan dalam suatu masyarakat.
5.  Sekolah-sekolah akan memberikan banyak kebebasan kepada peserta didik dan tidak mampu memupuk apresiasi terhadap otoritas dan kontrol.
6.  Sekolah akan menjadi sangat sekular dan mengabaikan agama.
Ibarat sebuah bangunan rumah, maka bangunan filsafat pendidikan Islam itu mencakup berbagai dimensi, minimalnya yaitu :
1.  Dimensi bahan-bahan dasar yang menentukan kuat atau tidaknya suatu fondasi bangunan. Dalam konteks filsafat pendidikan Islam berarti sumber-sumber atau semangat pemikiran dari para pemikir pendidikan Islam itu sendiri.
2.  Dimensi fondasi bangunan itu sendiri, yang berupa prinsip atau dasar dan asas (kebenaran yang menjadi pokok dasar) berpikir dalam menjawab persoalan-persoalan pokok pendidikan yang termuat dalam sistem (komponen-komponen pokok aktivitas) pendidikan Islam.
3.  Dimensi tiang penyangga yang berupa struktur ide-ide dasar serta pemikiran-pemikiran yang fundamental yang telah dirumuskan oleh pemikir pendidikan Islam itu sendiri dalam mengembangkan, mengarahkan dan memperkokoh bangunan sistem pendidikan Islam.
Dalam makalah ini hanya akan kami bahas masalah tentang urgensi filsafat pendidikan Islam. Bagaimana urgensinya filsafat dalam berkontribusi dalam pendidikan Islam akan dibahas dalam bab berikut ini.
B.       Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah di atas dapat diambil rumusan masalahnya sebagai berikut;
1.    Apa urgensi filsafat pendidikan Islam kaitannya dengan pemikiran pendidikan islam?
2.    Sejauhmana peranan filsafat pendidikan islam dalam pengembangan pendidikan islam?
  
BAB II
URGENSI FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM

A.      Urgensi Filsafat Pendidikan Islam dalam Pemikiran Pendidikan Islam
Para ahli telah menyoroti dunia pendidikan yang berkembang pada saat ini baik dalam pendidikan Islam pada khususnya maupun pendidikan pada umumnya, bahwa pelaksanakan pendidikan tersebut kurang bertolak dari atau belum dibangun oleh landasan filosofis yang kokoh, sehingga berimplikasi pada kekaburan dan ketidakjelasan arah dan jalanya pelaksanakan pendidikan itu sendiri.
Abdurrahman dalam Muhaimin misalnya mengemukan bahwa pelaksanakan pendidikan agama Islam selama ini berjalan melalui cara diktastis-metodis seperti halnya pengajaran umum, dan lebih didasarkan pada basis pedagogis umum yang berasa dari filsafat pendidikan model barat, sehingga lebih menekankan pada transmisi pengetahuan agama.” Untuk menemukan pedagogis Islam diperlukan lebih dahulu rumusan filsafat pendidikan Islam yang kokoh.[3]
Pendidikan merupakan persoalan hidup dan kehidupan manusia, dan seluruh proses hidup dan kehidupan manusia adalah proses pendidikan. Sebagai persoalan hidup maka pendidikan dalam pengembangan konsep-konsepnya perlu menggunakan sistim pemikiran filsafat tersebut diatas menyangkut metafisika, epistemologi, aksiologi dan logika, karena problem yang ada dalam  lapangan pendidikan juga berada dalam lapangan filsafat tersebut. Karena itu hubungan antar filsafat dan pendidikan sangatlah erat. Dengan demikian, filsafat dan mendidik adalah dua tahap kegiatan tapi dalam satu usaha. Berfilsafat ialah memikirkan dengan seksama nilai-nilai dan cita-cita yang lebih baik, sedangkan mendidik adalah usaha merealisasikan nilai-nilai dan cita-cita itu dalam kehidupan dan kepribadian manusia.
Sistem pemikiran filsafat tersebut jika dikaitkan dengan pendidikan, maka sebagai berikut:
1.  Dalam lapangan metafisika, antara lain diperlukan adanya pendirian mengenai pandangan dunia yang bagaimanakah yang diperlukan dalam pelaksanaan pendidikan.
2.  Dalam lapangan epistemology, antara lain diperlukan dalam penyusunan dasar-dasar kurikulum. Kurikulum yang biasa diartikan sebagai serangkaian kegiatan atau sarana untuk mencapai tujuan pendidikan, diibaratkan sebagai jalan raya yang perlu dilewati oleh peserta didik dalam usaha mengenal dan memahami pengetahuan.
3.  Dalam lapangan aksiologi, yakni yang mempelajari nilai-nilai, juga sangat dekat dengan pendidikan, yang selalu dipertimbangkan dalam penentuan tujuan pendidikan, karena dunia nilai (etika dan estetika) juga menjadi dasar pendidikan, yang selalu dipertimbangkan dalam penentuan tujuan pendidikan. Di samping itu, pendidikan sebagai fenomena kehidupan social, kultual, dan keagamaan tidak dapat lepas dari sistem nilai.
4.  Dalam lapangan logika, sebagai cabang filsafat yang meletakkan landasan mengenai ajaran berpikir yang benar dan valid, sangat diperlukan dalam pendidikan kecerdasan. Pelaksanaan pendidikan menghendaki seseorang mampu mengutarakan pendapat dengan benar dan valid sehingga diperlukan penguasaan logika.
Filsafat merupakan lapangan berpikir manusia tentang hakikat sesuatu, sementara pendidikan merupakan proses yang mengubah individu untuk menjadi manusia yang lebih baik, cerdas, bertingkah laku baik dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Filsafat pendidikan merupakan aktivitas berpikir sistematis yang menggunakan filsafat sebagai sarananya untuk mengorganisasi dan mengkoordinasi proses pendidikan serta memperjelas nilai-nilai dan tujuan-tujuan yang akan direalisasikan.
Teori filsafat pendidikan Islam bisa dibangun dari tujuan analisis kritis terhadap konsep-konsep pendidikan universal atau teori-teori filsafat pendidikan Islam yang dikemukakan oleh para ahli filsafat pendidikan Islam pada umumnya hanya bersumber pada fenomena kauniyah saja. Hasil analisis tersebut kemudian dikonsultasikan pada fenomena qauliyah untuk dijadikan sebagai pondasi filosofis pelaksanaan pendidikan Islam.
Melihat peranan filsafat yang begitu penting bagi kehidupan umat manusia, maka pendidikan perlu disajikan secara filosofis. Tabiat manusia, tujuan pendidikan, norma-norma serta nilai-nilai kependidikan dan sosial merupakan topik-topik kefilsafatan yang dikaji dalam perspektif pendidikan. Ada asumsi yang menyatakan bahwa tugas filsafat pendidikan Islam adalah mendefinisikan apa yang seharusnya dilakukan oleh pendidikan. Namun tanpa mau bersusah payah, orang seringkali hanya mengungkap fenomena secara aktual sering terjadi di dunia pendidikan untuk membangun filsafat pendidikan. Demikian pula kekuatan-kekuatan sosial yang berpengaruh terhadapnya serta berbagai proses terkait dengan segala sesuatu yang mengubah individu dari sekedar organisasi biologis menjadi makhluk sosial yang insani.
Filsafat pendidikan Islam sebagai suatu bagian atau komponen dari suatu sistem, filsafat pendidikan Islam memegang dan mempunyai peranan tertentu pada sistem di mana filsafat pendidikan Islam merupakan bagiannya. Sebagai cabang ilmu pengetahuan, maka filsafat pendidikan Islam berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang menjadi induknya. 
Filsafat pendidikan Islam, sebagai bagian dari filsafat Islam, dan sekaligus juga sebagai bagian dari ilmu pendidikan. Dengan demikian filsafat pendidikan Islam berkembang juga dalam mengembangkan filsafat Islam serta memperkaya filsafat Islam dengan konsep-konsep dan pandangan-pandangan filosofis dalam pendidikan. Filsafat pendidikan Islam terkait erat dengan masalah pendidikan yang bersifat filosofi.[4]
Dengan demikian urgensi filsafat pendidikan islam disini sebagai induk pemikiran dari masalah-masalah yang berkaitan dengan pendidikan islam.
B.       Peranan Filsafat Pendidikan Islam dalam Pengembangan Pendidikan Islam
Secara praktis (dalam prakteknya), filsafat pendidikan Islam banyak berperan penting dalam pengembangan pendidikan islam yaitu memberikan alternatif-alternatif pemecahan berbagai masalah yang sedang dihadapi oleh pendidikan Islam. Peranan yang diberikan oleh filsafat pendidikan Islam terhadap perkembangan pendidikan Islam adalah:
1.  Filsafat pendidikan Islam menunjukkan masalah yang dihadapi oleh pendidikan Islam, sebagai hasil dari pemikiran yang mendalam dan berusaha untuk memahami duduk masalahnya. Dengan analisis filsafat, maka filsafat pendidikan Islam akan menunjukkan alternatif-alternatif pemecahan masalah tersebut.
2.  Filsafat pendidikan Islam memberikan pandangan tertentu tentang manusia (sebagai obyek pendidikan). Pandangan tentang hakikat manusia yang sangat berkaitan dengan tujuan hidup manusia dan sekaligus juga merupakan tujuan pendidikan Islam.  Filsafat pendidikan Islam bertujuan menjabarkan tujuan umum pendidikan Islam tersebut dalam bentuk-bentuk tujuan khusus yang operasional. Dan tujuan yang operasioanal ini akan berperan untuk mengarahkan secara nyata gerak aktifitas pelaksanaan pendidikan.
3.  Filsafat pendidikan Islam dengan analisisnya terhadap hakikat hidup dan kehidupan manusia, berkesimpulan bahwa manusia mempunyai potensi pembawaan yang harus ditumbuhkan dan dikembangkan. Filsafat pendidikan Islam menunjukkan bahwa potensi pembawaan manusia itu tidak lain adalah sifat-sifat Tuhan atau Asmaul Husna, dan dalam mengembagkan sifat-sifat tersebut  tidak boleh mengarah kepada menodai dan merendahkan nama dan sifat Tuhan tersebut. Hal ini akan memberikan petunjuk pembinaan kurikulum sesuai dan pengaturan lingkungan yang diperlukan.
4.  Filsafat pendidikan Islam dalam analisisinya terhadap masalah pendidikan masa kini yang sedang dihadapi, akan dapat memberikan informasi apakah proses pendidikan yang berjalan selama ini mampu mencapai tujuan pendidikan Islam atau belum.[5]
Dengan demikian peranan filsafat pendidikan islam mempunyai dua arah, yaitu pertama ke arah pengembangan konsep-konsep filosofis dari pendidikan islam, yang secara otomatis akan menghasilkan teori-teori baru dalam ilmu pendidikan islam dan kedua ke arah perbaikan pembaharuan praktek dan pelaksanaan pendidikan islam.[6]
Secara umum George R. Knight menuturkan empat urgensi peranan dalam mempelajari filsafat pendidikan. Yaitu:
1. Membantu para pendidik menjadi paham akan persoalan-persoalan mendasar pendidikan.
2. Memungkinkan para pendidik untuk dapat mengevaluasi secara lebih baik mengenai tawaran-tawaran yang  merupakan solusi bagi persoalan-persoalan tersebut.
3. Membekali para pendidik berfikir klarifikatif tentang tujuan-tujuan hidup dan pendidikan.
4.  Memberi bimbingan dalam mengembangkan suatu program pendidikan yang berhubungan secara realistik dengan konteks dunia global yang lebih luas.[7]
Dari penjelasan di atas, maka dapat dijelaskan bahwa filsafat pendidikan Islam menyumbangkan analisanya kepada ilmu pendidikan Islam tentang hakikat masalah yang nyata dan rasional yang mengandung nilai-nilai dasar yang dijadikan landasan atau petunjuk dalam proses kependidikan. Tugas filsafat adalah melaksanakan pemikiran rasional analisis dan teoritis (bahkan spekulatif) secara mendalam dan mendasar melalui proses pemikiran yang sistematis, logis, dan radikal (sampai keakar-akarnya), tentang problema hidup dan kehidupan manusia. Produk pemikirannya merupakan pandangan dasar yang berintikan kepada tiga kekuatan rohani pokok yang berkembang dalam pusat kemanusiaan manusia yang meliputi:
1. Induvidualisme
2. Sosialisme
3. Moralisme
Ketiga kemampuan tersebut berkembang dalam pola hubungan tiga arah yaitu:
1.  Hubungan dengan Tuhan, karena ia sebagai makhluk ciptaan-Nya.
2.  Hubungan dengan masyarakat karena ia sebagai masyarakat.
3.  Hubungan dengan alam sekitar karena ia makhluk Allah yang harus mengelola, mengatur, memanfaatkan kekayaan alam sekitar yang terdapat diatas, di bawah dan di dalam perut bumi ini.
  
BAB III
PENUTUP

A.    Urgensi Filsafat Pendidikan Islam dalam Pemikiran Pendidikan Islam
Urgensi Filsafat pendidikan Islam sebagai bagian dari pendidikan Islam memegang peranan tertentu pada pemikiran pendidikan islam di mana filsafat pendidikan Islam merupakan bagiannya berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang menjadi induknya. 
Dengan demikian filsafat pendidikan Islam berkembang juga dalam mengembangkan filsafat Islam serta memperkaya filsafat Islam dengan konsep-konsep dan pandangan-pandangan filosofis dalam pendidikan. Secara praktis filsafat pendidikan Islam banyak berperan penting dalam memberikan alternatif-alternatif pemecahan berbagai masalah yang sedang dihadapi oleh pendidikan Islam.
B.     Peranan Filsafat Pendidikan Islam dalam Pengembangan Pendidikan Islam
Peranan filsafat pendidikan Islam dalam pengembangan pendidikan islam menyumbangkan analisanya kepada ilmu pendidikan Islam tentang hakikat masalah yang nyata dan rasional yang mengandung nilai-nilai dasar yang dijadikan landasan atau petunjuk dalam proses pendidikan. Peranan filsafat adalah melaksanakan pemikiran rasional analisis dan teoritis (bahkan spekulatif) secara mendalam dan mendasar melalui proses pemikiran yang sistematis, logis, dan radikal (sampai keakar-akarnya), tentang problema hidup dan kehidupan manusia. Produk pemikirannya merupakan pandangan dasar yang berintikan kepada tiga kekuatan rohani pokok yang berkembang dalam pusat kemanusiaan manusia yang meliputi: induvidualisme, sosialisme dan moralisme.






DAFTAR PUSTAKA


Barnadib, Imam. 1976. Filsafat Pendidikan: Sistem dan Metode. Yogyakarta: Andi Offset.
Daulay, Haidar Putra Daulay. 2014. Pendidikan Islam dalam Perspektif Filsafat. Jakarta: Kencana.
Efferi, Adri. 2011. Filsafat Pendidikan Islam. Kud: Nora Media Enterprise.
Muhaimin. 2001. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Disekolah,Madrasah, Dan Perguruan Tinggi. Jakarta: PT Grafindo Persada.
Suharto, Toto. 2011. Filsafat Pendikan Islam. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Zuhairini. 1995. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.




[1]http://www.smp6sengkang.com/2011/11/urgensi-pendidikan-islam-dalam-upaya.html (diakses pada 20 April 2015 jam  20.35)
[2]Imam Barnadib, Filsafat Pendidikan: Sistem dan Metode, (Yogyakarta: Andi Offset, 1976), hlm. 8.
[3]Muhaimin, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Disekolah,Madrasah, Dan Perguruan Tinggi, (Jakarta: PT Grafindo Persada, 2001), hlm. 75.
[4]Haidar Putra Daulay, Pendidikan Islam dalam Perspektif Filsafat (Jakarta: Kencana, 2014), hlm. 13.
[5] Zuhairini, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta, Bumi Aksara, 1995), hlm. 132.
[6] Adri Efferi, Filsafat Pendidikan Islam. )Kud: Nora Media Enterprise. 2011).  hlm. 25.
[7] Toto Suharto, Filsafat Pendikan islam, (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2011). hlm. 43.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar